Apa perbedaan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, Modal Disetor?

Perkembangan yang begitu masif pada bisnis-bisnis startup membuat kita juga perlu belajar dan mengenal bagaimana pengelolaan pendanaan mereka, khususnya terkait dengan pendirian sebuah entitas perusahaan. Sering kali nilai perusahaan startup dapat mencapai angka sangat yang tinggi dan untuk mencapainya diperlukan juga investasi yang tinggi. Kesuksesan perkembangan bisnis startup tidak lepas dari pendanaan investor. Umumnya, pendanaan akan digunakan sebagai modal untuk pengembangan teknologi. Model bisnis perusahaan startup sangat kental dengan basis teknologi.Di sisi lain untuk bisa mengembangkannya diperlukan tidak hanya sekedar kemampuan atau skill namun juga ketercukupan pendanaan.

Pendanaan atau modal dibedakan menjadi berbagai macam jenis. Menurut bentuknya, modal dapat berbentuk berupa uang dan barang. Modal yang berbentuk barang contohnya peralatan kantor, atau kendaraan. Menurut sifatnya, modal dapat dibedakan menjadi modal tetap dan modal lancar. Modal tetap contohnya adalah modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali masa produksi, misalnya mesin, kendaraan, dan gedung. Sementara modal lancar adalah modal yang habis dalam satu kali proses produksi, misalnya bahan baku, kertas, dan bahan bakar mesin. Modal menurut sumbernya terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri merupakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan, sedangkan modal pinjaman adalah modal yang berasal dari dana pinjaman, contohnya dari bank.

Selain itu, dalam aturan tentang pendirian perusahaan, modal juga akan dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis, yakni Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor. Modal Dasar merupakan seluruh nilai nominal saham perusahaan yang disebut dalam Anggaran Dasar atau dokumen Akta Pendirian. Modal Dasar pada prinsipnya merupakan total jumlah saham yang dapat diterbitkan oleh perusahaan.

Modal Ditempatkan adalah jumlah saham yang sudah diambil pendiri atau pemegang saham. Dengan kata lain, Modal Ditempatkan adalah modal yang disanggupi pendiri atau pemegang saham untuk dilunasi. Jadi dimungkinkan atas modal yang sudah tertulis pada dokumen Akta Pendirian tidak langsung sekaligus dalam waktu dekat disanggupi untuk disediakan oleh para pemilik modal. Dengan kata lain, keuangan perusahaan yang awalnya 0 atau tidak memiliki apa-apa akan mendapatkan suntikan modal, namun ada yang sudah langsung tersedia dan ada yang masih dijanjikan untuk tersedia.

Modal Disetor adalah modal yang telah dimasukkan pemegang saham sebagai pelunasan pembayaran saham yang diambil dari modal yang ditempatkan. Jadi, Modal Disetor adalah modal yang secara nyata telah disetor kepada perusahaan. Jika atas nilai modal telah diberikan dari pemilik modal kepada perusahaan maka nilai tersebut menjadi milik perusahaan dan tercatat dalam pembukuan perusahaan. Dengan kata lain perusahaan mendapatkan fresh money dari pemilik modal. Atas jumlah Modal Ditempatkan yang belum disetor dapat dicatat sebagai kewajiban/hutang pemilik modal kepada perusahaan.

Sederhananya, perbedaan antara Modal Ditempatkan dan Modal Disetor yaitu ketika pemilik modal sudah menyanggupi untuk memberikan modal sebesar Rp 500 juta dalam bentuk uang atau barang, maka modal tersebut disebut sebagai Modal Ditempatkan. Jika modal tersebut belum diberikan, maka akan dianggap menjadi Hutang. Ketika dia sudah memberikan Rp 500 juta tersebut, maka hutangnya dianggap lunas dan disebut sebagai Modal Disetor.

Sesuai Undang-Undang Perseroan, sebesar minimal 25% dari Modal Dasar harus telah ditempatkan dan disetor pada saat pendirian perusahaan. Contohnya, pada Akta Pendirian perusahaan tertulis bahwa terdapat modal sebesar Rp 1M. Maka, minimal 25% dari Rp 1M tersebut yaitu Rp 250 juta harus sudah ditempatkan, dan disetor ketika perusahaan berdiri. Jumlah tersebut adalah jumlah minimal, sehingga jika ingin menempatkan dan menyetorkan modal lebih dari Rp 250 juta, tentu saja boleh.

Informasi jumlah modal yang harus disampaikan ketika melakukan pelaporan pajak perusahaan (SPT Tahunan) adalah jumlah Modal Disetor dan jumlah Modal Ditempatkan yang belum disetor. Jumlah Modal Disetor akan dituliskan pada halaman Lampiran IV SPT Tahunan, sedangkan jumlah Modal Ditempatkan yang belum disetor akan menjadi Hutang pada Lampiran Khusus 8A Transksip Kutipan atas Laporan Keuangan. Jadi yang akan tertulis di SPT Tahunan bukan semata-mata langsung disalin dari jumlah yang tertulis pada Akta Pendirian.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan isi kolom komentar dibawah. Pertanyaan Anda akan dijawab Konsultan Pajak kami

You May Also Like

About the Author: Admin FlazzTax.com

59 Comments

  1. apakah atas jumlah Modal Ditempatkan yang belum disetor dapat dicatat sebagai kewajiban/hutang pemilik modal kepada perusahaan bisa dikenakan bunga ??

    1. Jumlah Modal Disetor akan dituliskan pada halaman Lampiran IV SPT Tahunan, sedangkan jumlah Modal Ditempatkan yang belum disetor akan menjadi Hutang pada Lampiran Khusus 8A Transksip Kutipan atas Laporan Keuangan. Jadi yang akan tertulis di SPT Tahunan bukan semata-mata langsung disalin dari jumlah yang tertulis pada Akta Pendirian.

  2. Sy msh bungung ya, misalnya contoh saham yg di tempat khan sesuai akta 5Mdan baru di setor 2M, pada neraca, modal ternyantum 5M, kalau 2M ternyantum di modal di setor maka yg 3M di hutang khan ini ga balance dunk 3Mnya lawan transaksinya apa

    1. Mohon maaf sedikit menambahkan klarifikasi, begini: yang pertama dalam keadaan standar modal yang sudah disetor akan dicatat di Neraca sebagai Kas dengan lawan akunnya yaitu Modal; yang kedua dalam kondisi masih terdapat sisa modal belum disetor maka dicatat di Neraca sebagai Piutang Pemegang Saham dengan lawan akunnya yaitu Modal. Hutang yang dimaksud di atas adalah Hutang dari sisi pemegang saham yang masih memiliki kewajiban kepada perusahaan.

          1. ijin menambahkan kang

            kasus modal dasar sesuai akta 5M

            Modal Ditempatkan 2M saya anggap Sudah Disetor 2M sehingga tidak menjadi Hutang Modal (karena tidak ada selisih antara modal ditanamkan dengan modal disetor)

            Pencatatan
            Asset :
            Kas 2M
            Piutang Pemegang Saham 3M

            Modal
            Modal Dasar 5M

            Modal Disetor 2M (Tidak usah dimasukan pada modal karena sudah memasukan modal dasar keseluruhan yaitu 5M)

            Sehingga Asset = Modal

            Pencatatan Lain Dapat Ditulis
            Asset :
            Kas 2M

            Modal :
            Modal Disetor 2M

        1. kalo untuk hutang modal itu untuk kasus
          Modal Dasar 5M
          Modal Ditanamkan 3M
          Modal Disetor 2M

          Maka Pencatatan
          Asset :
          Kas 2M
          Piutang Pemegang Saham 3M

          Kewajiban & Modal :
          Hutang Pemegang Saham 3M
          Modal Disetor 2M

          Jika Nanti 3M sudah dibayarkan maka akan menjadi Pada Asset Saldo Kas 5M

          Modal Disetor 2M berubah menjadi Modal Dasar 5M

      1. Jadi kalau misal total seluruh modal 1M, disetor 250jt, lalu ditempatkan 750jt yang di neraca jadi Kas 250jt, piutang 750jt, dan modal 1M. Apa betul?

  3. Ini kan PT min, kalau koperasi bagaimana? Di akta tertulis modal yang disetor Rp 11jt dari simpanan wajib n simpanan pokok anggota koperasi pada saat pembentukan awal koperasi… kemudian saya ada dana dari pihak ketiga senilai Rp 100jt dengan pemahaman dia akan menerima dana bagi hasil senilai 40% artinya modal dasar Rp 250jt….

    apakah bisa saya tulis Modal Awal Rp 250jt, Modal Ditempatkan Rp 100jt, dan Modal Disetor Rp 11jt…. mengingat uang Rp 100 jt tadi bukan hanya sebagai kas koperasi tapi untuk pembiayaan sewa kantor dll…

    sementara di UU PT Pasal 33 disebutkan bahwa Paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 harus ditempatkan dan disetor penuh…?

    1. UU PT tidak bisa diterapkan untuk koperasi khususnya dalam hal seperti tadi, modal tambahan dapat dituliskan juga dengan nama tambahan modal pihak lain

  4. Bagaimana ketentuan terhadap usaha yang akan dijalankan atau thd investasi yg direncanakan…dibandingkan dgn modal dasar perusahaan. Apakah logika perusahaan akan sanggup berusaha di usaha yg membutuhkan investasi tinggi tapi dicek dari akte, modalnya hanya kecil

  5. Min kalau modal 1M, ditempatkan dan disetor 250jt, lalu 750 jutanya gmn yah min??
    Kl lawan ny piutang pd modal 750jt, berarti nanti total modal 1M dan isi di SPT nya gmn yah min?

  6. Min..mau tanya, kalau atas modal ditempatkan itu tidak dijurnal dulu krn uang blm disetorkan, jd tdk ada piutang pemegang saham, apakah dibolehkan menurut akuntansi dan perpajakan ?

      1. Tidak bs krn total nilai modal yg tercantum di neraca tidak sama dengan akta pendirian atau bagaimana pak ? walaupun selisih tersebut memang belum disetorkan oleh pemegang saham. Secara pajak, apakah piutang pemegang saham(kekurangan uang yg blm disetorkan) tersebut masuk dalam kriteria hubungan istimewa ?

          1. Lalu, atas piutang pemegang saham tersebut, apakah termasuk dalam kriteria hubungan istimewa menurut pajak dan atau menurut psak no.7 di transkip lapkeu ?

  7. Bagaimana jika ada perusahaan yang mencantumkan nilai modal di neraca berbeda dengan nilai modal yang tercatat di akta pendirian. Apa yang seharusnya perusahaan lakukan terkait pelaporan keuangannya?

  8. Min mau tanya, kalo belum pernah setor modal sama sekali gimana? Jadi cuma ada modal dasar dan modal yang ditempatkan. Misal modal dasar 100jt, modal yang ditempatkannya 25jt. Gimana tulis di neracanya?

  9. Untuk laporan tahunan perpajakan modal dasar diisi pada form V sesuai dengan nama dan jumlah masing2 pemegang saham, untuk modal dasar diisi pada transkip kutipan laporan neraca-kewajiban, dan modal ditempatkan belum disetor masuk pengisian kolom mana y pada transkip kutipan laporan neraca-aktiva ?

  10. Untuk laporan tahunan perpajakan modal dasar diisi pada form V sesuai dengan nama dan jumlah masing2 pemegang saham, untuk modal dasar diisi pada transkip kutipan laporan neraca-kewajiban, dan modal ditempatkan belum disetor masuk pengisian kolom mana y pada transkip kutipan laporan neraca-aktiva ?

  11. kalau modal yang disetor tidak sesuai di akta, kalau masuk piutang pemegang saham, berarti di spt tahunan masuk kedalam piutang usaha pihak yang mempunyai hubungan istimewa ya pak? apakah akan dikenakan bunga?

  12. Pak saya mau tny,
    1. misal di akta tercantum Modal Dasar Rp. 1M dan Modal ditempatkan 250JT gmn cara pencatatan di Neraca y?
    2. utk aset perusahaan jika bkn an.PT apakah bs masuk ke aset? walaupun an. pengurus perusahaan (direktur, komisaris?

    thks,

  13. pertanyaan
    1. apakah modal yg di setor blm di penuhi selama 6 bln perusahaan tersebut cacat hukum???
    2. hutang perusahaan nantinya proses secara hukumnya bgmn???

  14. terimakasih atas komentar komentarnya agan.. saya ada sedikit kurang paham dengan “modal dasar, modal ditempatkan, modal disetor”, bila saya baca komentar sebelumnya mengenai modal = kas.
    jika saat pendirian pt modal dasar = kas itu bagaimana?

    dalam artian memang sipendiri PT modal tersedia dan dimasukkan kas perusahaan sama dan tidak ada istilah modal ditempatkan dan modal disetor.

    mohon pengarahannya min dan agan semua.
    terimakasih

  15. Min mau nanya donk, Posisinya perusahaan begini
    Modal dasar dalam akta : 20.000.000.000
    Modal ditempatkan dlam akta : 5000.000.000

    Cuman hingga sekarang belum disetor, namun ada Expense.
    Sehingga total expense setiap bulan aku anggap sebagai pinjaman/ utang ke Pemegang saham dalam neraca.

    Dan ada Aset yg diksh oleh perusahaan, itu yang aku anggap modal dlm neraca, salah ga ?

    seharusnya gimana ya posisi dalam neraca Min? mohon penjelasannya

    1. Nah ini dari awal kurang ideal, karena mestinya saat pendirian ada sejumlah nilai yang secara riil disetor apalagi ada expense, maka logikanya dari mana perusahaan dapat membayarkan expense tadi? apakah dari berhutang? logika sederhananya seperti kita belum punya uang tapi bisa beli jajan, ya bisa jika berhutang misalnya.

      Namun, yang jadi kurang ideal lagi adalah hutang ke pemegang saham itu wajarnya ada saat perusahaan sudah menerima seluruh setoran modal namun masih kurang lagi pendanaannya maka barulah lebih logis jika mencari tambahan dari hutang.

      Aset dikasih oleh perusahaan itu maksudnya apa? Perusahaan kasih aset ke siapa?

      1. Betul Min. Logikanya sesharusnya emank seperti itu.
        jd sekarang aku akui aja modal yang ditempatkan sebesar 5000.000.000 ke piutang pemegang saham, trus lawannya adalah Modal.

        Nah si pemilik perusahaan ada membeli pribadi 2 aset laptop dan drone, trus di serahkan ke dalam perusahaan, tuh saya masukan dlam aset (D) dan Modal (k) bener ga min ?

  16. selamat sore, saya mau tanya, kalau di Akta Pendirian Modal Dasar Perseroan 5Milyar, Modal yang ditempatkan dan disetor 2Milyar, yang akan jadi acuan modal di Neraca, Modal Dasar 5Milyar atau Modal yang ditempatkan dan disetor 2Milyar iya? Dan untuk memenuhi syarat Pinjaman Pemegang Saham ke Perseroan Terbatas pada UU no 94 tahun 2010 pasal 12 ayat 1 point b itu menggunakan Modal Dasar Perseroan atau Modal yang ditempatkan dan disetor iya? Mohon bantuannya, Terimakasih

  17. selamat siang,

    saya mau tanya untuk pp no 94 tahun 2010 pasal 12 ayat 1 ada 4 point untuk pinjaman pemegang saham tanpa bunga, itu modalnya modal dasar perseroan atau modal yang ditempatkan iya (Modal di Akta Pendirian).
    Mohon bantuannya.

    Terimakasih.

    1. salah satu syaratnya adalah: modal yang seharusnya disetor oleh pemegang saham pemberi pinjaman telah disetor seluruhnya.

      jadi yg disebut adalah modal disetor, walaupun perlu diperhatikan juga tentang kewajiban minumum penyetoran modal yg sudah harus dilakukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *