Masih Bingung dengan Kode Harta dan Utang?

Kode Harta dan utang merupakan salah satu kolom yang berada di dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi. Wajib Pajak diharuskan untuk melaporkan semua harta dan utang yang dimilikinya pada akhir tahun pajak. Bagaimana jika seorang Wajib Pajak (WP) hanya mempunyai harta namun tidak memiliki utang? Dan bagaimana bila sebaliknya?

Dalam pengisian kode utang tidak bersifat wajib, karena tidak semua WP memiliki utang. Namun dapat dipastikan bahwa semua WP memiliki harta walaupun hanya berupa uang tunai. Untuk semua harta dan utang yang dilaporkan dalam SPT mempunyai kode berdasarkan jenisnya masing-masing. Apakah Anda tahu daftar kode harta dan utang pajak yang perlu diisi dalam formulir pelaporan pajak tersebut? Berikut merupakan kode harta dan utang yang perlu Anda ketahui:

Daftar kode harta:

Kas
dan Setara Kas:
011 : uang
tunai
012 : tabungan
013 : giro
014 : deposito
019 : setara
kas lainnya
Piutang:
021 : piutang
022 : piutang
afiliasi (piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) Undang-Undang PPh)
029 : piutang
lainnya
Investasi:
031 : saham
yang dibeli untuk dijual kembali
032 : saham
033 : obligasi
perusahaan
034 : obligasi
pemerintah Indonesia (Obligasi Ritel Indonesia atau ORI, surat
berharga syariah negara, dll)
035 : surat
utang lainnya
036 : reksadana
037 : Instrumen
derivatif (right, warran, kontrak berjangka, opsi, dll)
038 : penyertaan
modal dalam perusahaan lain yang tidak atas saham meliputi
penyertaan modal pada CV, Firma, dan sejenisnya
039 : Investasi
lainnya
Alat
Transportasi:
041 : sepeda
042 : sepeda
motor
043 : mobil
049 : alat
transportasi lainnya
Harta
Bergerak Lainnya:
051 : logam
mulia (emas batangan, emas perhiasan, platina batangan, platina
perhiasan, logam mulia lainnya)
052 : batu
mulia (intan, berlian, batu mulia lainnya)
053 : barang-barang
seni dan antik (barang-barang seni, barang-barang antik)
054 : kapal
pesiar, pesawat terbang, helikopter, jetski, peralatan olahraga
khusus
055 : peralatan
elektronik, furnitur
059 : harta
bergerak lainnya
Harta
Tidak Bergerak
061 : tanah
dan/atau bangunan untuk tempat tinggal.
062 : tanah
dan/atau bangunan untuk usaha (toko, pabrik, gudang, dan
sejenisnya)
063 : tanah
atau lahan untuk usaha (lahan pertanian, perkebunan, perikanan
darat, dan sejenisnya)
069 : harta
tidak gerak lainnya

 

Daftar
Kode Utang:

101 : Utang
Bank / Lembaga Keuangan Bukan Bank (KPR, Leasing Kendaraan
Bermotor, dan sejenisnya)
102 : Kartu
Kredit
103 : Utang
Afiliasi (Pinjaman dari pihak yang memiliki hubungan istimewa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) Undang-Undang PPh)
109 : Utang
Lainnya

 

Demikian sudah disebutkan daftar kode harta dan utang yang perlu Anda ketahui untuk mengisi SPT Tahunan PPh orang pribadi. Jadi ketika mengisi semua kolom harta dan utang yang Anda miliki tidak akan bingung lagi untuk menentukan kode harta dan utang yang perlu dimasukkan ke dalam kolom tersebut.


Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan isi kolom komentar dibawah. Pertanyaan Anda akan dijawab Konsultan Pajak.

You May Also Like

About the Author: Friska Prisillia

19 Comments

  1. Siang pak/bu, maaf mau tanya…jika memiliki cicilan rumah syariah tanpa kerjasama dengan bank…apakah pada spt Tahunan harus ikut d laporkan ? (Bentuk bagunan blm ad, masih berupa tanah uruq, ppjb blm d terbitkan) hanya berupa kwitansi saja, DP dan cicilan indent sudah lunas , cicilan tenor sdh berjalan..yg harus di isi pada kolom harta pada kode apa, dan apakah kolom hutang harus disi pula ? Terimakasih sblm ny

          1. Pada tahun yg lalu saya isi pada kolom harta tak bergerak di kode 061 (tanah maupun bangunan tempat tinggal ) , jika pada tahun ini d isi pada kolom harta invetasi lainny, apakah bisa bermasalah atau harus saya revisi di tahun yg lalu…terimakasih sdh berkenan menjawab

        1. Apakah saya harus merevisi kode harta , karna pada tahun yg lalu di isi pada kode 061 (tanah / bangunan tinggal lain ny)

          1. Jika memang blm diterima dokumen2 yg terkait legal kepemilikan tanah maka memang blm pas jika sudah diakui wujud hartanya tanah, sehingga jika tahun sebelumnya sudah terlanjur diakui tanah maka sebaiknya dilakukan revisi atau pembetulan

  2. Halo Pak/Bu, mau tanya perbedaan kode harta pada akhir tahun bagian kas:

    1. Beda uang tunai dan tabungan?
    2. Pada Akhir Tahun apakah = sisa harta pada akhir tahun?

    Terima kasih

  3. bagaimana cara isi kode hutang pada spt 1770-IV bagian B, jika WP tidak memiliki hutang? (pada e-form). karena saya tidak bisa pindah ke halaman berikut pada e-form spt1770, jika belum melengkapi kolom warna merah (Bagian B : Hutang)

  4. Boleh tanya min..
    Saya ikut trading forex.. apakah saldo tradingnya perlu dilaporkan ke kolom harta pada SPT tahunan?..kalau harus dilaporkan itu nanti nya pake kode harta yang mana ya..apa masuk yg investasi lainnya (039)
    Trus untuk keuntungan yg kita dapatkan kl kita WD itu apakah dikenakan pajak? Cara setornya gimana ya..apakah harus buat kode billing seperti saat kita setor pajak PPH final 0,5%
    Tapi seandainya keuntungannya tidak kita WD tapi kita compound untuk memperbesar Lot trading kita itu ga perlu bayar pajaknya dulu ya

    Makasih sebelumnya ya min..mohon petunjuknya🙏

  5. pak, saya ada cicilan rumah 10 tahun, sudah berjalan 5 th, apakah perlu lapor pajak, bgitupun dengan cicilan kendaraan, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *